Minggu, 01 November 2009

Ringkasan Bab 3 : Produk Dan Jasa

Produk dan jasa merupakan pilihan yang ditawarkan oleh bank kepada nasabahnya. Disini kita akan melihat produk dan jasa yang mungkin ditawarkan oleh LKM,dengan memperhitungkan analisis penawaran dan permintaan. Berhubung sifat pelanggan LKM merupakan wanita dan pria miskin tanpa asset yang dapat diraih,yang sering kali tinggal di daerah terpencil dan besar kemungkinan buta huruf,LKM tidak dapat beroperasi sesuai dengan lembaga keuangan formal lainnya. Ini berarti bahwa pria dan wanita berpendapatan rendah menghadapi rintangan yang cukup hebat unuk mengakses perbankan,dikarenakan banyaknya keterbatasan yang mereka punya. Lembaga keuangan formal lainnya kurang memperhatikan atau bahkan tidak memperhatikan masyarakat miskin yang tinggal di daerah terpencil. Ini menyebabkan masyarakat miskin tidak mempunyai kesempatan untuk merasakan produk dan jasa yang di tawarkan oleh bank–bank formal. Disinilah peran LKM untuk dapat membantu masyarakat miskin yang berpendapatan rendah tersebut. LKM menyediakan jasa pengembangan usaha seperti pelatihan keterampilan dan pelatihan dasar bisnis (pembukuan,pemasaran dan produksi) atau layanan sosial seperti pemeliharaan kesehatan,pendidikan,dan pelatihan buta huruf. Semua jasa/layanan ini dapat meningkatkan kemampuan pria dan wanita berpendapatan rendah untuk dapat menjalankan usaha mikro baik langsung ataupun tidak langsung.

Kerangka Kerja Sistem

Penyediaan jasa LKM bagi para masyarakat miskin merupakan proses yang rumit yang membutuhkan berbagai jenis keterampilan dan fungsi yang berbeda. Didalam kerangka kerja sistem ada 4 kategori jasa yang dapat disediakan untuk para pelanggan LKM yaitu: intermediasi financial atau penyediaan produk dan jasa keuangan seperti tabungan dll,intermediasi sosial atau proses pengembangan modal manusia dan sosial yang dibutuhkan oleh intermediasi financial,jasa pengembangan usaha atau jasa non keuangan yang membantu pengusaha mikro,dan yang terakhir adalah layanan sosial atau jasa bukan keuangan yang memusatkan perhatian pada kesejahteraan pengusaha mikro.

Intermediasi Finansial

Intermediasi financial meliputi pemindahan modal atau likuiditas dari mereka yang kelebihan pada satu waktu tertentu kepada mereka yang kekurangan pada waktu yang sama. Berikut ini penjelasan singkat berbagai produk yang ditawarkan LKM untuk para pelanggannya.

· Kredit

Kredit adalah dana yang dipinjamkan oleh lembaga keuangan dengan menyertakan agunan serta persyaratan pembayaran kembali secara khusus. Pada umumnya metode pemberian kredit dapat dibagi dalam 2 kategori,yaitu: pemberian kredit individu dan pemberian kredit berdasarkan kelompok.

Pemberian kredit individu merupakan penggabungan antara pemberian kredit formal sebagai lembaga keuangan tradisional,dengan pemberian kredit non formal seperti yang dilakukan para rentenir. Sedangkan pemberian kredit berdasarkan kelompok meliputi pembentukan kelompok orang yang mempunyai keinginan bersama untuk mengakses jasa keuangan. Keuntungan dari pemberian kredit kelompok adalah biaya transaksi kelembagaan tertentu bisa dikurangi. Dengan demikian pembentukan kelompok merupakan komponen yang sangat penting dari keberhasilan pemberian kredit kelompok.

· Tabungan

Tabungan merupakan simpanan pihak ketiga (masyarakat) yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan slip penarikan maupun ATM. Tabungan terbagi 2:

- Tabungan Wajib,yaitu dana yang harus di setorkan oleh peminjam sebagai syarat untuk memperoleh pinjaman.

- Tabungan Sukarela,yaitu dana yang tidak wajib di setorkan untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.

· Asuransi

Asuransi merupakan produk yang kemungkinan besar akan ditawarkkan dengan lebih luas oleh LKM di kemudian hari,karena ada permintaan yang sedang tumbuh diantara para pelanggan mereka untuk asuransi kesehatan atau kredit dalam hal kematian atau kehilangan harta. Untuk dapat bergabung dengan asuransi,kita wajib menyetorkan sejumlah uang sesuai permintaan untuk pilihan asuransi yang akan kita pilih.

· Kartu Kredit dan Kartu Pintar

Kartu kredit memungkinkan peminjam untuk mengakses kredit jika dan bilamana mereka membutuhkannya. Kartu kredit digunakan pada saat melakukan pembelian . Dibidang keuangan mikro,penggunaan kartu kredit masih sangat baru. Kartu ini hanya dapat digunakan kalau infrastruktur sektor keuangan formal sudah cukup memadai.

Sedangkan kartu pintar,ia serupa dengan kartu kredit tetapi tidak dapat digunakan di setiap gerai pengecer. Kartu pintar berisikan memory chip yang memuat informasi mengenai fasilitas kredit pada lembaga pemberi pinjaman yang tersedia bagi pelanggan.

· Jasa Pembayaran

Jasa pembayaran meliputi hak istimewa penguangan cek dan pembukuan cek bagi nasabah yang menempatkan simpanan. Disamping hak istimewa penguangan cek dan pembukuan cek,jasa pembayaran meliputi pemindahan dan pengiriman dana dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

Intermediasi Sosial

Intermediasi sosial mempersiapkan kelompok yang terpinggirkan atau individu untuk masuk ke dalam hubungan bisnis yang kokoh dengan LKM. Dengan demikian intermediasi sosial dipahami sebagai proses pembangunan modal manusia dan sosial yang di butuhkan untuk intermediasi financial berkelanjutan dengan masyarakat miskin. LKM yang menyediakan jasa intermediasi sosial sering kali melakukannya melalui kelompok,namun sebagian juga bekerjasama dengan perseorangan.

Jasa Pengembangan Usaha

LKM yang menempuh pendekatan utuh seringkali menyediakan jasa pengembangan usaha. Kalau jasa ini tidak ditawarkan langsung oleh LKM,mungkin ada lembaga lainnya yang menyediakan jasa pengembangan usaha di dalam kerangka kerja system dimana para pelanggan LKM memiliki akses.

Perbedaan jasa langsung dan tidak langsung yaitu: Jasa langsung adalah yang membawa pelanggan untuk dapat berhubungan dengan penyedia,sedangkan jasa tidak langsung adalah yang bermanfaat bagi pelanggan tanpa hubungan langsung seperti itu. Tujuan dari jasa pengembangan usaha adalah untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada,yang sebaliknya meningkatkan kondisi keuangan pemilik atau penyelenggara.

Layanan Sosial

Sebagaimana halnya dengan jasa pengembangan usaha,penyelenggaraan layanan sosial harus dibedakan sejelas mungkin dengan penyelenggaraan dan pengelolaan jasa pengembangan usaha. Ini tidak berarti bahwa layanan sosial tidak dapat disediakan selama pertemuan kelompok,namun mereka harus ditentukan secara jelas sebagai terpisah dari layanan kredit dan tabungan. Layanan sosial ini meliputi layanan kesehatan,pendidikan yang di selenggarakan oleh LKM.

Lampiran 1. Beberapa Pendekatan Keuangan Mikro

Beberapa pendekatan mikro yang paling terkenal yaitu:

- Pemberian Kredit Individu

Pemberian kredit individu diartikan sebagai penyediaan kredit kepada perseorangan yang bukan anggota kelompok yang sama-sama bertanggung jawab untuk pembayaran kembali kredit. Pemberian kredit ini dapat berjalan apabila pihak LKM memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat,sehingga mengetahui apa yang sedang mereka butuhkan sekarang.

- Pemberian Kredit Kelompok Solidaritas Grameen

Model kredit ini dilakukan untuk melayani wanita pedesaan yang tidak memiliki tanah yang ingin membiayai kegiatan yang menghasilkan pendapatan. Disini pihak LKM akan memberikan pinjaman untuk mewujudkan impian rakyat miski yang mempunyai keinginan yang besar untuk mensejahterakan kehidupannya.

- Pemberian Kredit Kelompok Solidaritas Amerika Latin

Model kredit ini memberikan pinjaman kredit ke perseorangan anggota kelompok dari 4 sampai dengan 7 orang. Ini dilakukan sebagai pengganti agunan tradisional. Kredit ini umumnya diberikan kepada penjaja pasar sebagai modal kerja jangka pendek dalam jumlah yang sangat kecil.

- Perbankan Desa

Bank desa merupakan asosiasi kredit dan tabungan yang dikelola komunitas untuk menyediakan akses keuangan di pedesaan. Ini dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh banyak orang di pedesaan. disini LKM mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengsukseskan perbankan desa.

- Bank Desa Mandiri

Sejumlah bank desa yang mandiri didirikan dan dikelola oleh masyarakat desa. Bank desa mandiri menyediakan semua kebutuhan desa secara menyeluruh,tidak hanya kelompok dari 30 sampai 50 orang. Pelanggan bank desa meliputi wanita dan pria yang berpendapatan rendah yang mempunyai keinginan untuk menabung.

Lampiran 2. Mencocokkan Jasa Pengembangan Usaha Dengan Permintaan

Menyusun jasa pengembangan usaha perlu pengembangan akan banyak system. ini dilakukan untuk mengetahui apakah system yang dijalankan telah berada pada porsi yang tepat atau sitem itu dapat mengganggu bisnis mereka. Konteks ini dapat digambarkan dalam bentuk lingkaran konsentris,dimana penyelenggara bisnis berada di tengah-tengah.

Lingkaran 1. Penyelenggara Bisnis

Ini merupakan pihak yang menentukan jalannya suatu bisnis,karena pihak inilah yang mempunyai wewenang untuk menyukseskan bisnis yang di jalankan dengan keperluan usahanya sendiri.

Lingkaran 2. Bisnis Itu Sendiri

Disinilah segala sesuatu dilakukan untuk menjalankan usaha yang telah di rencanakan. Disini penyedia jasa harus memahami betul produk dan jasa apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat jika bisnis itu mempunyai harapan untuk berkembang.

Lingkaran 3. Sub Sektor

Maksud dari sub sector disini adalah uraian dari semua bisnis yang terkait dengan produk akhir dan meliputi jasa keuangan dan bukan keuangan. Ini meliputi susunan lengkap dari pembuatan suatu produk dan jasa hingga penjualan produk dan jasa tersebut.

Lingkaran 4. Di Luar Lokasi Pasar Setempat

Ini merupakan urutan terakhir dalam lingkaran konsentris. Disini memang terdapat kendala yang sangat besar terhadap usaha yang di jalankan.Ini dikarenakan lingkaran konsentris di sekeliling pengusaha mikro perseorangan adalah yang paling luas dan yang paling jauh jaraknya dari sebuah usaha yang di jalankan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar